Kesehatan

Jangan Pernah Meremehkan Plak Putih di Sekitar Rongga Mulut

Posted on: Januari 13, 2010

Jangan pernah menyepelekan bercak putih atau plak yang bertekstur tebal, kasar dan keriput dalam mulut Anda. Pasalnya, bisa jadi, bercak itu adalah leukoplakia.

Leukoplakia adalah salah satu penyakit yang menyerang rongga mulut. Umumnya, penyakit ini diderita oleh orang berusia 40 tahun ke atas. Pola hidup tak sehat, hobi menenggak minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok adalah penyebab utamanya.
Namun, dalam perkembangannya terkini, penyakit ini juga menyerang anak-anak usia muda.

“Banyak orang baru berusia 30 tahun sudah menderita leukoplakia,” ajar Juliani Kusumaputra Isbandiono, dokter gigi yang juga dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Gejala serangan penyakit ini umumnya diawali dengan bercak putih kecil di sekitar rongga mulut. Dalam prosesnya, bercak ini akan membesar dan semakin melebar serta tebal. “Berbeda dengan jamur, bercak putih leukoplakia umumnya sulit dihapuskan,” kata Juliani.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Tri Erri Astoeti menambahkan, biasanya bercak putih ini menyerang lapisan dinding terluar rongga mulut alias mukosa, sisi pipi, lidah, dan juga gusi.

Dari keempat bagian mulut itu, mukosa adalah bagian yang paling wring terserang. Maklum, bagian mulut inilah yang paling sensitif terhadap berbagai serangan penyakit rongga mulut. “Bagian ini juga sering mengalami iritasi,” imbuh Tri.

Tri bilang, sampai saat ini, belum ada penelitian yang secara spesifik menyebutkan penyebab leukoplakia. Tapi, berdasarkan analisa dokter di seluruh dunia, faktor yang bisa memicu penyakit ini adalah iritasi kimia yang terjadi karena tembakau.

Orang yang mempunyai kebiasaan mengunyah atau bahkan hanya mengendus tembakau sangat besar potensinya terserang penyakit ini. Tiga dari empat dari pengguna rutin produk tembakau tanpa asap berpotensi terserang leukoplakia, bahkan ketika tembakau menyentuh pipi mereka.

Rokok juga bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit ini. Asap rokok dan panas yang terjadi pada waktu merokok akan mengakibatkan iritasi. Faktor lain yang juga diduga bisa menyebakan leukoplakia adalah iritasi akibat gigitan gigi yang tajam, serta kebiasaan jelek menggigit jaringan mulut maupun lidah.

Gejalanya mirip sakit gigi
Tidak ada gejala spesifik yang bisa menjadi tanda-tanda penyakit ini. Penderita leukoplakia umumnya juga tidak mengeluhkan rasa nyeri. Namun, plak atau bercak putih pada lapisan dinding mulut ini akan sangat sensitif terhadap rangsangan sentuh, makanan pedas, dan panas.  “Gejalanya mirip sakit gigi,” ujar Tri.

Pada stadium awal, tanda penyakit ini adalah bercak putih yang kadangkadang berwama kehintan. Permukaannya licin, rata, dan berbatas jelas. Pada tahap ini, belum ada indurasi atau benjolan. Pada stadium kedua, bercak ini biasanya mulai terasa kasar yang disertai dengan benjolan.

Di stadium tiga, bercak tampak sangat menonjol, berwarna putih, tetapi tidak mengkilap. Benjolan menyebabkan permukaan menjadi kasar dan berlekuk-lekuk. Jika sudah menyentuh stadium ini, leukoplakia berpontensi sudah menjadi tumor ganas.

Karenanya, para dokter menyarankan, jika melihat bercak putih di rongga mulut, sebaiknya Anda langsung memeriksakan diri ke dokter agar lebih mudah penyembuhannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Yang ingin tukar link, copy paste kode berikut dan komentar di blog ini
<a href="https://kesehatan1.wordpress.com/" target="_blank" title="Blog Kesehatan"> <img src="https://kesehatan1.files.wordpress.com/2008/11/blog-kesehatan.png" alt="Blog Kesehatan"> </a>


Blog Blog Blog

%d blogger menyukai ini: