Kesehatan

Penyebab Turunnya Gairah Seksual

Posted on: Desember 1, 2009

APAKAH Anda dan pasangan mulai mengalami penurunan dorongan seksual dan mulai mencari jalan keluar dari Mak Erot hingga pil biru? Penurunan libido ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan fisik maupuan psikologi. Sebelum mencari solusi, alangkah lebih bijak jika Anda mengidentifikasi penyebabnya. Berikut beberapa hal yang sering memicu menurunnya kehangatan seksual antara pasangan.

Stres

Anda mungkin termasuk manusia tangguh yang bisa menyelesaikan masalah dengan baik di bawah tekanan stres. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku dalam hubungan seksual. Stres akibat pekerjaan, uang, masalah, menjaga anggota keluarga, serta sumber stres lain bisa menurunkan libido. Karena itu, ada baiknya menpelajari teknik mengontrol stres atau berkonsultasi dengan dokter.

Masalah dengan Pasangan

Masalah yang tidak terselesaikan dengan pasangan merupakan pemicu utama menurunnya libido. Untuk perempuan khususnya, kedekatan emosi merupakan salah satu bumbu utama dalam melakukan hubungan seksual. Adu argumen yang tidak selesai, komunikasi yang buruk, pengkhianatan dan kurangnya rasa percaya merupakan pemicu menurunnya dorongan seksual.

Minum Beralkohol

Alkohol memang membuat Anda tidak terlalu dikuasai oleh keinginan melakukan hubungan seksual. Akan tetapi, alkohol juga bisa mematikan gairah seksual Anda atau sebaliknya mematikan gairah seksual pasangan Anda. Hal yang sama juga berlaku bagi obat-obatan yang menimbulkan euforia.

Kurang Tidur

Jika gairah seksual Anda mulai menurun, mungkin Anda bangun terlalu cepat atau tidur terlalu larut, atau mungkin Anda menderita insomnia. Apa pun yang mengganggu tidur akan turut mengganggu gairah seksual. Kurang tidur akan membuat Anda kelelahan. Dan kelelahan merampas dorongan seksual Anda.

Mengasuh Anak

Mengasuh anak sebenarnya bukan faktor pemicu menurunnya libido. Akan tetapi, Anda akan kesulitan mencari waktu berdua saja saat anak terus berada di dekat Anda. Untuk menjaga kehangatan dengan pasangan, ada baiknya menggunakan bantuan pengasuh anak untuk beberapa waktu. Atau kalau anak Anda masih bayi, ada baiknya menjadwalkan hubungan seksual saat anak tidur siang.

Obat-Obatan

Ada beberapa jenis obat yang bisa mematikan dorongan seksual Anda. Obat tersebut meliputi obat antidepresi, obat hipertensi, antihistamine, kontrasepsi oral, kemoterapi, dan obat-obatan anti-HIV. Karena itu, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan dosis dan frekuensi yang tepat.

Obesitas

Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan kurangnya kenikmatan dan gairah seksual serta kesulitan melakukan hubungan seksual. Alasannya tidak jelas, tapi bisa berkaitan dengan rasa percaya diri, ketidakpuasan dalam hubungan, stigma sosial, serta masalah psikologis lainnya.

Disfungsi Ereksi (DE)

DE merupakan gangguan seksual yang tidak hanya sekadar masalah penurunan libido. Laki-laki penderita DE biasanya mencemaskan performa seksual mereka. Kecemasan ini malah mengeringkan gairah seksual Anda.

2 Tanggapan to "Penyebab Turunnya Gairah Seksual"

[…] hubungan seks satu atau dua kali seminggu terbukti meningkatkan level antibodi yang disebut immunoglobulin A atau […]

[…] 8, 2009 Penelitian menunjukkan bahwa 57 persen pria dan 64 persen wanita tidak merasa puas dengan hubungan seksual mereka. Tingkat pencapaian kepuasan ini merujuk pada kekerasan ereksi yang merupakan kunci dalam […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Yang ingin tukar link, copy paste kode berikut dan komentar di blog ini
<a href="https://kesehatan1.wordpress.com/" target="_blank" title="Blog Kesehatan"> <img src="https://kesehatan1.files.wordpress.com/2008/11/blog-kesehatan.png" alt="Blog Kesehatan"> </a>


Blog Blog Blog

%d blogger menyukai ini: