Kesehatan

Jauhkan Anak dari Perangkap Diet

Posted on: November 18, 2008

Citra model, peragawati, bintang iklan maupun film yang direpresentasikan sebagai sosok ramping (sangat kurus), mau tak mau memengaruhi remaja perempuan. Bagi mereka tubuh ideal ya seperti para model itu. Terlebih, banyak teman sebaya mereka juga berpenampilan sama. Klop! Agar memperoleh tubuh seperti itu berbagai cara dilakukan, salah satunya diet mati-matian.

Sebuah studi yang melibatkan 869 pelajar perempuan berusia 14-16 tahun, seperti dikutip Good Health & Medicine, menemukan lebih dari 33 persen perempuan dilaporkan menggunakan setidaknya satu metode diet ekstrem seperti puasa ketat, menggunakan obat pencahar maupun diuretik, dalam bulan terakhir. Dari jumlah itu 77 persennya ingin menurunkan berat badan. Terungkap juga bahwa remaja perempuan lebih merasa tidak nyaman dengan tubuhnya ketimbang laki-laki.

Penelitian ini hampir serupa dengan yang terjadi di AS. Remaja di AS, terutama perempuan, rupanya takut makan, tumbuh, dan bertambah berat badannya. Pada usia 10, sebanyak 81 persen anak perempuan mengalami disfungsi makan.

Sebagai akibatnya, nutrisi remaja perempuan lebih buruk daripada kelompok usia lain di AS. Contohnya, rata-rata asupan kalsium perempuan usia 12-15 kurang dari 63 persen dan asupan zat besi kurang dari 67 persen dari asupan yang direkomendasikan. Diperkirakan 10 persen pelajar sekolah menengah dan mahasiswa, kebanyakan di antaranya wanita, menderita gangguan makan klinis.

Tak hanya remaja yang terpengaruh dengan tubuh “ideal” para selebriti. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Sydney, Australia, menunjukkan anak berusia 8 tahun pun ingin tubuh yang lebih kurus atau mencoba mengurangi berat badan.

Sebagai orangtua Anda tak usah cemas dulu. Sebuah penelitian psikologi menunjukkan, orangtua bisa memberi pengaruh positif dan membantu anak melawan perangkap diet, dengan cara:

Bangkitkan rasa percaya diri. Anda bisa membangkitkan semangat atau rasa percaya diri anak dengan memuji prestasi yang dicapainya. Bisa pula dengan memuji tingkah laku serta kemampuannya ketimbang penampilannya. Sebenarnya oke-oke saja bagi orangtua memuji putrinya yang cantik, tetapi hendaknya hal itu diseimbangkan dengan pujian atas kepandaian dan kesabaran dia.

Jangan mengungkit-ungkit berat badan. Bila Anda terus menerus mengatakan, “Aku nggak bisa makan itu. Aku terlalu gemuk,” sama artinya dengan Anda mengirim pesan kepada anak untuk melakukan hal serupa. Karena anak merupakan peniru ulung, sebaiknya Anda memberi contoh positif. Contohnya dengan melakukan olahraga rutin, rileksasi, dan menyenangkan diri.

Beri pernyataan positif. Bila anak Anda mengatakan dirinya gemuk atau jelek, tanyakan kembali “Siapa yang mengatakan kamu gemuk?” Kemudian katakan kembali padanya bahwa “Hanya karena kamu tidak terlihat seperti tulang tak berarti kamu gemuk.” Akhiri pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa “Kamu seperti ini adanya.”

Beri dorongan. Dorong anak untuk mengikuti kegiatan olahraga, sosial, maupun akademis. Tanpa minat sosial, dunia mereka akan menyusut. Bila ini terjadi, anak akan memfokuskan pada makanan dan bentuk tubuh saja.

Latih mengatasi stres. Hingga 90 persen dari pasien dengan gangguan makan mengalami simtom lain seperti depresi dan kecemasan. Ajarkan anak bagaimana mengatasi stres. Diskusikan kemungkinan masalah yang muncul dan bantu mereka dengan beragam cara untuk menyelesaikannya.

Tolak pernyataan negatif. Jangan mengabaikan atau menyetujui pernyataannya seperti “Aku gemuk dan tidak berdaya.” Pastikan ia tahu bahwa hal itu hanya generalisasinya. Ganti asumsi negatif dengan keadaan yang nyata. Anda bisa mengatakan, “Kalau kamu tak berguna, kamu tentu nggak masuk tim renang di sekolah atau jadi juara kelas. Dan tidak ada yang senang denganmu? Bagaimana dengan teman-temanmu? Tantemu? Mereka semua sayang kamu, lho.”
Anak-anak memperhatikan Anda. Mereka “mengawasi” bagaimana Anda mengaitkan makanan. Mereka akan menyerap perilaku tubuh Anda dan tenggelam dalam kebiasaan makan Anda. Bila Anda selalu menghitung dan mengukur lemak dalam makanan, sama artinya Anda mengajarkan anak bahwa makanan menjadi sesuatu yang menghantui ketimbang sesuatu yang dinikmati.

Kenali tanda lapar. Ajari anak untuk mengenali tanda tubuh sejak dini. Contohnya, mereka akan makan saat lapar dan berhenti saat sudah cukup. Dorong mereka mengatasi masalah emosi tanpa mengalihkan pada makanan untuk kenyamanan. Semua ini sebenarnya bisa dilatih dengan kegiatan makan bersama keluarga.

Siapkan makanan sehat. Jika anak perlu menurunkan berat badan, jangan dorong mereka untuk berdiet. Jangan memaksa anak untuk hanya makan salad sementara seluruh keluarga makan spageti. Untuk menurunkan berat badan, mulailah dengan menyiapkan makanan sehat, rendah lemak, untuk seluruh keluarga. Berikan kudapan sehat. Cari olahraga yang bisa dinikmati anak dan dorong ia untuk terlibat di dalamnya. Sertakan pula aktivitas akhir pekan yang melibatkan seluruh keluarga.

Diskusikan budaya diet di sekolah. Anak perlu tahu bahwa teman yang baik sebaiknya menyukai mereka karena diri mereka bukan berat badan. Dorong mereka untuk tidak merasa butuh melakukan diet karena seseorang mengejeknya di sekolah atau untuk menarik perhatian beberapa orang.

Buat hubungan dekat dengan remaja Anda. Masa remaja merupakan masa peralihan yang banyak membuat remaja merasa tidak nyaman dan rapuh. Pastikan anak paham bahwa Anda menerima dia apa adanya, tidak memaksa mereka untuk lebih kurus atau meraih lebih dari kapabilitasnya di sekolah atau di tempat lain.
Sama halnya seperti orang dewasa, anak-anak perlu mengonsumsi beragam jenis makanan. Piramida makanan merupakan poin awal bagi keluarga dalam merencanakan makanan. Piramida makanan bisa diterapkan mulai anak usia dua tahun. Untuk anak usia 2-3 tahun, ukuran porsi makanan sebaiknya lebih sedikit, sekitar dua pertiga ukuran normal, kecuali untuk susu.

Jika Anda membantu anak memulai kebiasaan makan sehat, mereka akan mulai makan dengan perilaku positif. Bahwa makanan merupakan sesuatu yang dinikmati, membantu mereka tumbuh dan memberikan energi untuk aktivitas sehari-hari.

Orangtua berperan dalam membentuk kebiasaan makan anak. Saat orangtua mengonsumsi makanan yang beragam, rendah lemak dan gula, serta tinggi serat, anak belajar untuk menyukai makanan itu. @ Diana Yunita Sari-Gaya hidup online

2 Tanggapan to "Jauhkan Anak dari Perangkap Diet"

[…] Menjaga Kesehatan Anak Anda Menjaga kesehatan anak menjadi perhatian khusus para ibu, terlebih saat pergantian musim yang umumnya disertai dengan […]

[…] tingkatan perilaku anak Perilaku anak sangat bervariasi. Ada yang mudah diatur atau penurut, tapi ada pula yang sangat susah diatasi atau […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Yang ingin tukar link, copy paste kode berikut dan komentar di blog ini
<a href="https://kesehatan1.wordpress.com/" target="_blank" title="Blog Kesehatan"> <img src="https://kesehatan1.files.wordpress.com/2008/11/blog-kesehatan.png" alt="Blog Kesehatan"> </a>


Blog Blog Blog

%d blogger menyukai ini: